Kolose 2:6-15 part 1


Perikop kali ini membahas aspek-aspek dalam hidup dalam Kristus. Paulus mengawalinya dengan perintah kepada jemaat di Kolose untuk berjalan di dalam Kristus, berakar dan tumbuh di dalam Dia menurut iman dari apa yang diajarkan Epafroditus mereka.

Paulus mengajak jemaat di Kolose untuk mulai bertindak meresponi Injil yang mereka sudah terima. Paulus memberikan pola bertumbuh dengan memiliki akar atau fondasi yang kuat lalu tumbuh atau membangun bangunan ke atas di atas dasar yang kuat tersebut. Prinsiip ini adalah prinsip yang Paulus tekankan diberbagai suratnya. Dasar yang Paulus maksud adalah pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias yang dapat menyelamatkan hidup manusia.

Namun untuk boleh memiliki dasar yang dapat hidup dan bertumbuh, Injil yang diterima tidak bisa hanya di tanam begitu saja dalam hati kita. Paulus memunculkan satu frase sebelum memiliki dasar yang kuat, frase tersebut ialah, “Berjalan di dalam Dia.” Hal berjalan bersama Kristus ini mungkin mengingatkan kita akan seorang Henokh yang berjalan bersama Allah dan akhirnya tidak mati namun diangkat ke Sorga. Dari frase “berjalan bersama Kristus” kita dapat mengambil beberapa elemen penting dalam pertumbuhan kerohanian kita.

Pertama adalah mengenal Dia. Jika ada dua orang berjalan bersama-sama, apalagi jika berjalan bersama dalam waktu yang lama, maka pastilah kedua orang tersebut saling kenal. Karena tidak mungkin dapat berjalan ebrsama seseorang jika kita tidak mengenal orang tersebut. Hal ini sama dengan berjalan bersama Kristus. Tanpa mengenalNya, kita tidak akan dapat mengerti kemana Dia akan jalan dan bagaimana Dia berjalan. Jika kita tidak mengenal Kristus, maka kita akan merasa berjalan bersama diriNya, namun sebenarnya sudah berpisah jalan denganNya sejak lama.

Kedua adalah percaya kepada orang yang berjalan bersama kita. Hal ini penting sekali mengingat fakta bahwa Kristus bukan sekadar teman berjalan saja, namun juga penunjuk jalan kita. Tanpa kepercayaan penuh terhadap orang yang menunjukkan jalan kepada kita, maka kita akan tersesat dalam kegelapan. Namun ironinya adalah, sering kali kita adalah orang yang tidak percaya akan jalan yang ditunjukkan Kristus pada kita. Kita akan berargumen bahwa jalan yang Dia pilih itu tidak benar dan jalan yang menurut kita benar adalah yang harus kita jalani. Namun anugerah Tuhan tidak hilang karena perdebatan ini. Dia akan tetap mencari kita dalam kegelapan dan menuntun kita kembali ke jalan yang benar.

Mari kita semua berjalan bersama Kristus. Hidup kita adalah milikNya, oleh sebab itu, maka kita harus percaya penuh terhadap jalan yang Dia tunjukkan kepada kita. Hanya dengan demikian, kita akan dapat berjalan pada jalan yang benar tersebut.

Gambar diambil dari: http://g.christianbook.com/g/ebooks/covers/w185/7/7694x_w185.png

Comments