Efesus 5:21 - 6:9 part 6


Hubungan terakhir yang dibahas Paulus adalah antara seorang hamba dengan tuannya. Mungkin diantara ketiga hubungan yang Paulus bahas, hubungan ini adalah hubungan yang paling menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan sendiri. Paulus mengatakan, hendaklah seorang hamba taat kepada tuannya, seperti kita taat kepada Tuhan kita. Taat bukan karena ingin menyenangkan hati manusia, namun taat karena kita tahu kita sedang taat kepada Tuhan dan melakukan perintahNya dengan penuh hati.

Sebagai seorang hamba, Paulus mengingatkan jemaat di Efesus agar mereka taat kepada tuan mereka di dunia ini, karena tuan yang mempekerjakan kita adalah perwakilan Tuhan di dunia ini. Namun sering kali (terutama untuk tuan-tuan yang menganiaya hambanya), seorang hamba akan berusaha untuk melawan atau mengambil kesempatan dari tuannya.  Hamba tersebut tidak akan bekerja dengan rela bagi tuannya. Hamba tersebut hanyalah menjadi hamba uang tuannya, bukan tuannya sendiri.

Hal ini akan lebih mengerikan jika kita bandingkan dengan relasi kita dengan Tuhan. Mengapa kita taat kepada hukum-hukumNya? Apakah benar karena kita mengasihiNya? Atau jangan-jangan kita terjebak dan mematuhi perintahNya karena kita menginginkan berkat-berkat kemakmuran dariNya? Motivasi mengikut Tuhan merupakan hal yang penting dan harus terus dikaji ulang. Apakah motivasi kita murni?

Oleh sebab itu Paulus mengatakan agar hamba taat kepada tuan mereka. Karena jika hubungan dengan Tuhan kita baik, maka kita akan tahu bahwa kita bekerja bukan untuk tuan kita yang ada di dunia ini. Kita bekerja semata-mata hanya untuk memuliakan Kristus Tuhan kita. Untuk tujuan itu tercapai, seorang hamba haruslah menaati perintah dari tuannya seperti manusia taat kepada Tuhan kita.

Kiranya kita boleh tekun dan bekerja kepada tuan kita di dunia ini dengan mata yang terus hanya memandang Kristus, tuan kita yang sebenarnya. Dengan demikian, kesaksian hidup kitapun dapat dipakai untuk bersaksi bagi namaNya.

Comments