Efesus 5:21 - 6:9 part 7


Bagian terakhir dari berjalan dalam ketaatan ini ditutup oleh Paulus dengan bagaimana seorang tuan harus berlaku kepada hambanya. Jika hamba dituntut untuk taat kepada tuannya, maka seorang tuan harus memperlakukan hambanya dengan layak. Paulus mengatakan janganlah seorang tuan menganiaya hambanya, karena kita harus sadar bahwa Tuhan mereka juga adalah Tuhan dan tuan kita di sorga. Jadi apa yang diperlakukan kepada sang hamba, akan diperlakukan dengan sama kepada sang tuan, tidak ada toleransi.

Tipologi Kristus dan gerejaNya haruslah kita tetap ingat dalam membaca hal ini. Sebagaimana Kristus mengasihi hambaNya yang Dia pilih, maka seorang tuan juga harus mengasihi hambanya. Terlebih lagi karena kita harus melihat sang tuan dan sang hamba berposisi setingkat dalam kerajaan Sorga, yaitu sama-sama saudara seiman, maka ini menambah alasan mengapa kita harus dengan adil memperlakukan hamba kita.

Namun kita perlu ingat bahwa,  seorang tuan harus menggambar garis pembatas yang jelas antara siapa tuan dan siapa hamba dengan hambanya. Hal ini untuk mempertegas ordo yang tidak boleh rusak juga. Jika kita melihat hubungan Kristus dan gerejaNya, walaupun Kristus mengasihi gerejaNya, namun Kristus tetap membatasi diriNya sebagai Tuhan dan kita sebagai umatNya. Jika kita terlalu dekat dengan hamba kita, maka suatu saat kita akan diremehkan oleh hamba kita dan sekali lagi ordo akan kacau balau yang akan menyebabkan hal-hal buruk lainnya.

Kiranya kita sekalian boleh belajar bagaimana menjadi seorang tuan yang benar di hadapan Tuhan. Agar relasi kita dengan hamba kita pun dapat kita persembahkan kepada Tuhan sebagai persembahan yang harum bagiNya.

Comments