Efesus 6:10-20 part 9


Perlengkapan yang terakhir dalam set perlengkapan perang Allah adalah pedang roh, yang adalah Firman Allah. Pedang adalah perlengkapan terakhir yang kurang dari penjelasan Paulus, sekaligus menjadi satu-satunya perlengkapan yang dideskripsikan Paulus sebagai perlengkapan yang bersifat ofensif.

Fungsi dari sebuah pedang pada berbagai macam jenis tentara tentunya sama, untuk menyerang dan membunuh lawan. Dari antara senjata-senjata yang dibawa oleh tentara Romawi (lembing, pisau dsb), pedang (gladius) lah yang paling mematikan. Pedang ini didesain dengan panjang yang tidak terlalu panjang namun memiliki sisi tajam di kedua sisinya. Pedang tentara Romawi bahkan sanggup menembus baju zirah lawan.

Paulus mengaitkan satu-satunya perlengkapan ofensif ini dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan berarti setiap ucapan Tuhan yang sudah dikanonisasikan dalam Alkitab. Jika ada manusia yang menyatakan Injil yang di luar daripada Alkitab, berarti orang tersebut bukan menyatakan Injil sejati yang membawa keselamatan.
Paulus dengan jeli mengaitkan Firman dengan pedang. Paulus sadar bahwa satu-satunya hal yang dapat mematikan dan melumpuhkan serangan-serangan iblis adalah dengan Firman Tuhan. Hanya dengan membaca, memahami, menghidupi dan mengabarkan Firman Allah yang dari Alkitab, kita dapat memiliki kesempatan untuk mematahkan serangan iblis. Semakin kita cinta akan Firman dan Allah sendiri, semakin kita akan melihat hal lain adalah sampah belaka. Jika sudah demikian, iblis pun akan sulit untuk menemukan kesempatan untuk menyerang.

Berperang tanpa pedang sama dengan berperang untuk tidak menang. Kita bisa saja bertahan dibalik perisai yang besar dengan perlengkapan lain yang komplit, namun jika kita lengah sedikit saja, kita akan jatuh. Terlebih lagi, dengan tanpa pedang ini, serangan akan datang terus-menerus dan tidak dapat kita hentikan. Tanpa kita berhasil membasmi si jahat, kita tidak akan dapat memenangkan peperangan rohani ini.

Kiranya kita boleh memegang erat Firman Tuhan di hati kita. Agar datangnya badai tidak membuat kita goyah, melainkan membuat kita berdiri tegak dan maju melawan badai tersebut. Sehingga boleh cinta kita akan Dia bertambah seiring dengan bertambahnya pengalaman pribadi kita denganNya.

Gambar diambil dari: http://www.freebiblestudyguides.org/bible-teachings/armor-of-god-sword-of-spirit-word.jpg

Comments