Filemon 1:1-3


Paulus mengawali suratnya kepada Filemon dengan salam seperti surat-surat lainnya. Ia menyatakan bahwa surat ini ditulis oleh Paulus dan Timotius sebagai juru tulis Paulus. Paulus memberi salam kepada Filemon sebagai penerima surat, Apfia yang kemungkinan besar adalah istri dari Filemon dan juga Arkipus yang kemungkinan besar juga adalah anak dari Filemon yang terlibat dalam pelayanan di Kolose. Paulus juga memberi salam kepada jemaat yang ada di rumah Filemon, karena gereja tidak memiliki gedung untuk beribadah pada zaman itu, sehingga rumah anggota gerej ayang biasanya digunakan untuk beribadah.

Suatu hal yang menarik dari salam ini adalah bagaimana Paulus mengidentifikasi setiap dari anggota keluarga Filemon. Filemon sebagai pemilik rumah tempat beribadah dan juga istrinya Apfia serta anaknya Arkipus yang melayani. Keluarga Filemon adalah keluarga yang dapat dikatakan sempurna karena memiliki keluarga yang sehati dalam pelayanan. Hal ini sayangnya jarang sekali ditemukan pada zaman ini.

Zaman ini keluarga yang terintegrasi dalam pelayanan sudah sangat jarang ditemui. Selalu ada satu pihak,  entah, ayah, ibu maupun anak yang acuh tidak acuh terhadap pelayanan dalam gereja. Hal ini dapat terjadi karena kehidupan keluarga yang semakin lama semakin terpecah-pecah. Masing-masing anggota keluarga sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga komunikasipun jarang sekali terjadi. Hal ini menyebabkan jarak antara anggota keluarga yang semakin menjauh dan kesatuan visi keluarga semakin sulit terjadi.

Tentu kita ingat bahwa apakah seseorang diselamatkan atau tidak pada akhrinya adalah kedaulatan Allah, namun itu bukan berarti kita menjalankan keluarga kita sesuka hati kita. Bagaimana kita membangun relasi dengan suami atau istri kita dan bagaimana kita mendidik anak merupakan bagian dari tanggung jawab kita di dunia ini. Hal yang paling dasar harus kita lakukan sebagai langkah awal menyatukan relasi ini adalah menjadi contoh kepada keluarga kita, bagaimana hidup yang sudah diubah oleh Kristus. Tanpa kesaksian hidup yang benar, orang akan sulit sekali menerima apa yang kita imani. Jika kita sudah melakukannya, maka dari situ baru kita dapat membangun relasi dengan benar dan mengajak mereka untuk pelan-pelan mengerti Kristus.

Kiranya kita sebagai orang Kristen yang ditempatkan dalam keluarga, dapat hidup suci dan menjadi terang untuk keluarga kita. Agar kita boleh membawa keluarga ktia mengenal Tuhan Yesus Kristus.





Comments