Filemon 1:8-22 part 5


Paulus melanjutkan suratnya ke Filemon kali ini dengan menyatakan kepada Filemon bahwa Paulus menyetarakan dirinya dengan Onesimus. Jika Filemon sudah terlebih dahulu menerima Paulus, maka ia harus menerima Onesimus kembali sebagai saudaranya. Bahkan lebih dari itu Paulus berani menjamin Onesimus dengan menyatakan bahwa ia akan mengembalikan apa yang dicuri Onesimus, walau sebenarnya Filemon berhutang nyawanya karena ia dipertobatkan Paulus.

Pelajaran yang kita dapat pelajari dari sini adalah bagaimana Paulus mempercayai Onesimus, yang sebenarnya bukan siapa-siapa bagi Paulus dan bahkan berani menjaminnya. Bayangkan jika kita bertemu orang di tengah jalan kemudian orang tersebut bertobat karena kita, apakah kita akan menganggap dia seperti saudara kita? Pasti ada ketidakpastian dalam hati kita jika baru bertemu seseorang. Namun tidak demikian dengan Paulus.

Paulus mempercayai pertobatan Onesimus 100% tanpa keraguan. Ia percaya bahwa dalam sebuah gereja, anggota gereja harus saling bahu membahu bergerak bersama membangun kerajaan Allah. Oleh sebab itu ia percaya bahwa Onesimus harus kembali ke sisi Filemon agar dapat mengembangkan gereja di Kolose. Paulus tidak meragukan Onesimus dan hanya berfokus pada pembangunan kerajaan Allah.

Jika kita bandingkan sikap Paulus ini dengan gereja zaman sekarang, maka kita akan melihat kejomplangan yang hebat. Gereja saat ini banyak yang tidak dibangun di atas dasar Firman yang sejati, tidak dibangun atas kehendak Allah, melainkan banyak yang berorientasi uang dan kepopuleran. Karena dibangun di atas dasar yang salah, maka banyak buah-buah yang seharusnya dihasilkan gereja sejati yang tidak dapat dihasilkan gereja sekarang. Salah satu buah yang hilang adalah kepercayaan dalam kasih. Gereja sekarang banyak berisi kecurigaan dan iri hati karena saling mengincar uang dan ketenaran satu sama lain. Tidak aka nada perdamaian antar gereja sampai kita semua bertobat dan bergerak bersama menuju sebuah tujuan yang sama, yaitu memuliakan Kristus.

Kiranya Alkitab dapat menjadi pengajaran yang kita ingat agar kita dapat memiliki arah yang lurus terus. Ingatlah bahwa gereja dipanggil Tuhan bukan untuk mencari uang atau ketenaran, namun untuk menyatakan FirmanNya yang sejati kepada seluruh isi dunia ini.


Comments