Filemon 1:8-22 part 6


Surat ini berlanjut dengan perkataan Paulus yang menyatakan bahwa ia menginginkan Filemon menjadi seorang umat Tuhan yang dapat memperbaharui jiwa para orang kudus dengan kembalinya hubungannya dengan Onesimus.

Paulus kembali menekankan mengenai pentingnya persatuan kembali Filemon dan Onesimus. Hanya dengan bersatunya mereka kembali, maka hati Paulus dapat terhibur. Pertanyaannya adalah bagaimana hal ini bisa terjadi? Seakan-akan Paulus dapat menjadi segar kembali setelah berhasil melakukan sebuah pekerjaan yang besar. Pada kenyataannya, hal ini memang sebuah pencapaian sendiri dari Paulus. Karena hal ini dilihat Paulus sebagai penggenapan kehendak Allah pada Filemon, Onesimus dan para jemaat di Kolose yang nanti akan dipertobatkan oleh pelayanan mereka berdua. Paulus dapat melihat menembus dari apa yang sekadar terlihat di depan mata dan melihat apa nilai pertemuan ini dalam kekekalan. Oleh sebab itu ia berkata bahwa ia terhibur dalam Kristus atas pertemuan Filemon dengan Onesimus.

Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah yang menjadi kepuasan kita dalam hidup ini? Apakah ketika berhasil mendapatkan uang yang banyak? Ataukah jika kita berhasil menjadi pemenang dalam suatu kompetisi? Jika memang hanya hal-hal tersebut yang memuaskan kita, kita harus belajar merasakan kepuasan yang sejati ketika berhasil menggenapkan perintah Allah dalam hidup kita. Karena ibarat sebuah pensil yang digunakan untuk menulis, seperti itulah kita yang menggenapkan kehendak Tuhan. Kita diciptakan untuk dapat mengikuti setiap daripada kehendakNya. Jika kita tidak menggenapi kehendakNya dan kita puas, maka itu bukanlah kepuasan sejati, karena kita bukan dicipta untuk itu. Paulus mengajarkan pada kita bahwa kepuasan sejati hanay datang dari menggenapi kehendak Allah dalam hidup kita.

Kiranya kita boleh melihat kembali apa yang menjadi penting dalam hidup kita, dan mengejarnya dengan seluruh hidup kita. Agar hidup kita yang Cuma sekali ini dapat memuliakan Tuhan secara penuh.


Comments