Kasih: Sebuah refleksi paskah 2013.


Selama empat hari lamanya kutinggalkan tanah Indonesia untuk berlibur ke negeri gajah putih. Kali ini benar-benar liburan yang tak terelakkan lagi. Harus kukorbankan ibadah peringatan kematian Kristus dan kebangkitan Kristus. Kedua peristiwa ini melambangkan dua hal yang sangat penting dalam kekristenan. Namun kali ini harus kulewatkan untuk acara keluarga yang ujung-ujungnya membawa sebuah pencerahan baru tersendiri.

Seri pencerahan ini dimulai dari ketika dalam pesawat menuju ke Negara tujuan, kutonton film yang banyak orang katakan bagus namun belum kutonton; The Life of Pi. Secara singkat film ini menceritakan kehidupan seseorang yang berasal dari India dan tinggal di sebuah kompleks kebun binatang. Orang yang dipanggil Pi ini harus pergi bersama keluarganya dari India ke Canada. Di tengah perjalanan menggunakan kapal, terjadi badai dan kapal tenggelam sedangkan Pi terdampar di sebuah sekoci bersama beberapa binatang yang pada akhirnya berhasil selamat sebagai satu-satunya orang yang selamat dari insiden tersebut.

Kisah The Life of Pi tidak membawa kesan apa-apa pada awalnya, namun beberapa hari kemudian, ketika sedang membaca ulang bagian Alkitab mengenai akhir hidup Kristus, disitu ada sebuah kata yang yang muncul di benakku: kasih. Ketika kata ini muncul, aku teringat sebuah bagian dari film The Life of Pi. Pi menganut tiga agama: Hindu, Katolik dan Islam. Hindu dianutnya karena dari kecil ia diberikan ajaran dan cerita mengenai dewa-dewi Hindu oleh orang tuanya. Ia menganut Islam karena terkesan dengan konsep sholat dan daerah suci mereka. Sedangkan Ia menganut Katolik karena terkesan dengan kasih Kristus yang rela mati demi menebus dosa umat manusia. Pi mengatakan bahwa ia mengenal kasih Tuhan melalui Kristus.

Dari sini ada sebuah insight yang membuatku merenung mengenai kasih. Sebagai seorang pribadi, Kristus menjadi simbol kasih yang sejati. Bahkan orang-orang yang tidak percaya kepadaNya sebagai juru selamat umat manusia pun banyak yang mengakui bahwa Kristus adalah pribadi yang menunjukkan kasih. Hal ini diturunkan kepada orang-orang yang percaya kepada Kristus sebagai juru selamat. Umat Kristen memiliki gambar dan rupa Kristus sebagai Tuhan yang ikut mencipta manusia. Hal ini termasuk kasih di dalamnya. Dunia pun melihat kasih sebagai ciri orang Kristen. Walau pada zaman ini banyak yang sudah mengacaukan relasi antara kasih dan Kristen, namun ini tetap seharusnya menjadi ciri kita umat Kristen.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa ia menyukai Kristus, tapi ia tidak menyukai orang Kristen. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan antara Kristus sebagai sumber terang dan kita yang seharusnya merefleksikan terang tersebut dalam kasih kepada sesama. Kita umat Kristen banyak yang sudah tidak lagi memiliki ciri-ciri sebagai orang Kristen lagi. Mungkin masih ada yang mencoba dan gagal, sedangkan yang lainnya mungkin memang s udah tidak peduli akan ciri-ciri ini lagi.

Kristus sendiri dalam Alkitab menyatakan bahwa kasih adalah hukum yang terutama (Matius 22:37-40). Namun kita banyak kali gagal menyatakan hukum yang terutama ini. Hal ini sebenarnya wajar terjadi karena kita semua telah jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Tapi jika kita kembali mengingat peristiwa Jumat agung dan paskah, Kristus telah mati bersama hidup kita yang lama dan bangkit kembali sebagai pernyataan kemenanganNya atas maut yang bersamaan dengan itu ikut membangkitkan kita dalam hidup yang baru juga! Kematian dan kebangkitanNya menjadi akhir dari keputusasaan kita yang gagal terus dalam dosa!

Kita yang dulu tidak mampu, telah dimampukanNya dalam dua peristiwa besar ini. Tinggal pertanyaannya adalah, ”Apakah kita mau?” Sering kali dosa masi tampak menarik bagi kita. Sering kali kita tetap memilih hidup yang berkubang dalam dosa. Menurut John Owen, seorang puritan, Roh Kudus tidak akan bekerja melawan kehendak kita. Ia akan memanggil kita, namun tidak memaksa kita. Jadi kuncinya adalah pada kita. Apakah kita mau untuk merefleksikan kasih Tuhan yang sebelumnya sudah kita dapatkan dan alami melalui karya keselamatan Kristus?

Kita sebagai manusia seharusnya sadar, bahwa jauh di dalam hati kita sudah ditanamkan hati yang mengasihi. Hati nurani ini yang membuat orang SEHARUSNYA tidak membuang anak mereka. Hal ini juga yang SEHARUSNYA membuat orang menghormati satu sama lain. Hal ini juga yang SEHARUSNYA memampukan kita memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Namun seiring dengan jalannya waktu, kejahatan yang dilakukan iblis semakin menjadi-jadi. Hati kita yang pada dasarnya memiliki kasih ini sudah dipolusi oleh dosa. Hal yang dahulu tidaklah mungkin terjadi, sudah banyak terjadi sekarang ini. Orang membuang anak mereka, saudara saling membunuh, pemerkosaan anak-anak di bawah umur dan masih banyak hal lain yang terjadi.

Satu-satunya cara untuk memenuhi peran kita sebagai garam (Matius 5:13), adalah untuk kembali memandang salib dan kebangkitanNya dengan hati yang sungguh. Bertobat kembali dan mengikutNya kemanapun Dia membawa kita. Hanya dengan pertobatan yang sungguh lah, kita dapat kembali merefleksikan kasih Kristus yang dikenal orang-orang banyak tersebut. Dengan inilah kita dapat memiliki kasih yang sejati tersebut. Seluruh orang di dunia memiliki kerinduan untuk merasakan kasih yang sejati karena memang manusia dicipta untuk merefleksikan kasih Allah dan hanya kita orang Kristen yang menjadi duta besar Kerajaan Allah di dunia ini untuk menawarkan kasih yang sejati ini.

Mari kita semua bertobat, kembali ke jalan yang benar, mengikuti Kristus kemanapun sehingga terang kasihNya dapat kita refleksikan kembali kepada banyak orang lain. Sehingga mereka dapat mengenal kasih yang sejati dan boleh ikut merasakan kasih Kristus seperti yang Ia karuniakan kepada kita umatNya. Kiranya kita semua orang Kristen boleh membangun kembali relasi kasih dan kekristenan, sehingga orang dapat melihat kasih dari setiap orang Kristen yang sejati.

Gambar diambil dari: http://christiansread.files.wordpress.com/2013/03/easter-desktop-wallpapers-07.jpg


Comments

  1. Good reflection vid.., I just realize that the more I forget God's love, the more I can't love others.

    ReplyDelete
  2. Thanks Nibe :)
    May this be blessing for you and others.

    ReplyDelete
  3. Shalom bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Apakah ada diantara bapak, ibu maupun saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael dan V'ahavta? Kalimat pernyataan keesaan YHWH ( Adonai/ Hashem ) dan perintah untuk mengasihiNya yang dapat kita temukan dalam Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 6 yang juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus di dalam Injil khususnya dalam Markus 12 : 29 - 31, sementara perintah untuk mengasihi sesama manusia dapat kita temukan dalam Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18. Mari kita pelajari cara membacanya satu-persatu seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :

    Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 6, " שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהֹוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהֹוָ֥ה ׀ אֶחָֽד׃. וְאָ֣הַבְתָּ֔ אֵ֖ת יְהֹוָ֣ה אֱלֹהֶ֑יךָ בְּכׇל־לְבָבְךָ֥ וּבְכׇל־נַפְשְׁךָ֖ וּבְכׇל־מְאֹדֶֽךָ׃. "

    Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " Shema Yisrael! YHWH [ Adonai ] Eloheinu, YHWH [ Adonai ] ekhad. V'ahavta e YHWH [ Adonai ] Eloheikha bekol levavkha uvkol nafshekha uvkol me'odekha

    Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18, " וְאָֽהַבְתָּ֥ לְרֵעֲךָ֖ כָּמ֑וֹךָ. "

    Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " V'ahavta l'reakha kamokha "

    Untuk artinya dapat dilihat pada Alkitab LAI.

    Diucapkan juga kalimat berkat seperti ini setelah diucapkannya Shema

    " . בָּרוּךְ שֵׁם כְּבוֹד מַלְכוּתוֹ לְעוֹלָם וָעֶד. "
    ( Barukh Shem kevod malkuto, le'olam va'ed, artinya Diberkatilah Nama yang mulia, KerajaanNya untuk selamanya )

    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜✍🏼🕯️❤️🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🕍✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🦁🦅🐂🐏🐑🐎🦌🐪🕊️🐍₪🇮🇱

    ReplyDelete

Post a Comment