Kolose 3:18 - 4:5 part 5


Perikop ini ditutup oleh Paulus dengan sebuah ajakan bagi umat di Kolose untuk bertindak dengan benar ke komunitas. Paulus mengatakan agar jemaat di Kolose memancarkan hikmat yang dari Tuhan keluar dan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Juga agar jemaat di Kolose bertutur kata dengan kasih, yang dapat menggarami sesama dalam komunitas dan tahu bagaiman amenjawab setiap pertanyaan.

Paulus menggunakan istilah menggarami yang serupa dengan ucapan Kristus pada kotbah di bukit yang menyatakan agar kita menjadi garam bagi dunia. Dalam hal ini, Paulus mengajak jemaat Kolose untuk menjadi garam bagi dunia dengan cara menunjukkan hikmat dalam mengatur waktu dan berkata-kata dengan kasih. Dua hal ini dapat menjadi modal kita sebagai umat Kristen untuk dapat mempengaruhi sekitar kita.

Inti dari tugas kita menjadi garam bagi dunia ini adalah bagaimana kita dapat mencegah dunia ini membusuk. Dengan kita menunjukkan refleksi hikmat dari Tuhan melalui bagaimana kita mengatur waktu, kita dapat menjadi contoh bagi orang lain untuk menggunakan hidup dengan lebih tepat. Banyak orang yang tidak dapat menerima tawaran pelayanan dalam jenis apapun akrena merasa kekurangan waktu. Banyak waktu yang disia-siakan oleh manusia dan biasanya dalam waktu yang disia-siakan tersebut, setan sudah menunggu untuk menggoda kita. Semakin kita mengatur waktu kita dengan tepat dan membuat orang lain dapat melihat kemungkinan ini, kita dapat mencegah orang untuk jatuh ke dalam dosa.

Di sisi lain, sebagai umat Kristen yang dikenal karena kasih, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menunjukkan kasih tersebut kepada orang lain. Salah satu bentuk mengutaraan kasih tersebut adalah dengan kata-kata kita. Berkata-kata dalam kasih dapat diartikan sebagai kata-kata yang diucapkan kepada seseorang dengan posisi kita mengasihi orang yang kita ajak bicara tersebut. Kata-kata yang diucapkan dengan benar dan pada saat yang tepat dapat dalam banyak hal menyelesaikan masalah. Kata-kata yang digunakan jika berkata-kata dalam kasih tentu pasti berbeda dengan kata-kata yang diucapkan dengan amarah atau kekesalan.

Oleh sebab itu, kiranya kita semua boleh menjaga hidup kita, terutama dalam dua hal ini. Agar hidup kita menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan saja.


Comments