Kolose 4:7-18 part 2


Pesan terakhir Paulus kepada jemaat Kolose pada suratnya, Paulus menuliskan kata-kata terakhirnya dengan penuh harapan pada jemaat Kolose. Paulus mengatakan bahwa ia menulis salam terakhirnya ini dengan tangannya sendiri. Ia meminta jemaat Kolose untuk mengingat rantai yang mengikatnya di penjara dan memberkati mereka agar anugerah Tuhan terus berserta mereka.

Paulus biasa menuliskan suratnya melalui tangan Timotius sebagai juru tulisnya. Namun ia menekankan pentingnya salam pada penutup surat ini dengan menuliskannya sendiri. Jika kita bayangkan kondisi Paulus yang pada saat itu sedang ditawan, maka kondisinya bukanlah kondisi yang cocok untuk menulis. Oleh sebab itu ia meminta bantuan Timotius untuk menuliskan isi suratnya. Kemudian ketika Paulus menuliskan salam terakhir pada suratnya, maka ia melakukannya dengan kesulitan dan tulisannya pasti tidak serapih tulisan Timotius. Paulus ingin menyampaikan pesan kepada jemaat di Kolose akan pentingnya mereka sadar akan penderitaannya di luar sana untuk mereka.

Hal ini juga yang membuat Paulus meminta jemaat di Kolose untuk mengingat rantai yang mengikat dirinya. Rantai yang mengikat Paulus bukanlah rantai yang ia dapat dari melakukan tindak kriminal. Justru sebaliknya rantai itu didapatnya karena Injil sejati yang ia beritakan kepada banyak orang. Paulus ingin mengajak jemaat Kolose melihat, bahwa agar Injil diberitakan, pasti ada korban-korban yang disiksa, dianiaya dan ditindas. Hal ini membuat mereka kuat dan berpegang teguh akan iman mereka. Namun tidak sampai disitu saja, Paulus juga ingin bahwa jemaat di Kolose sadar akan konsekuensi mengikut Kristus. Hal yang serupa dapat terjadi pada jemaat di Kolose juga jika mereka mengabarkan Injil ke luar. Dengan mengingatkan mereka, Paulus hendak membuat mereka siap akan konsekkuensinya. Namun Paulus tidak berhenti di situ, ia memberkati jemaat Kolose agar tetap dapat bertahan dalam iman mengabarkan Injil sekalipun hal-hal buruk menimpa mereka.

Pesan Paulus ini kini telah sampai pada kita. Paulus meminta kita juga mengingat rantai yang merantainya karena mengabarkan Injil sejati. Dengan mengingat ini, kita harusnya sadar, bahwa hidup ini harus diarahkan hanya kepada Allah. Kita harus siap, apapun risikonya, kita harus tetap maju dan mengabarkan Injil Kristus. Seperti Paulus dan para rasul lainnya, kita harus tegar menghadapi tekanan dari dunia ini. Terus berpegang teguh dan bersandar kepada Allah.

Kiranya kita semua boleh terus maju bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus, agar hidup kita boleh dipakainya untuk mengabarkan InjilNya dan tidak menjadi hidup yang sia-sia belaka.


Comments