The Spiritual Bridge part 2: The Solution


Jembatan spiritual yang menghubungkan antara pengetahuan dan tindakan ini tidak mudah dibentuk. Banyak yang tidak mengerti bagaimana membangun jembatan ini. Dan berhasil membangunnya pun tidak menjamin jembatan ini kokoh berdiri selama-lamanya. Jembatan ini dapat runtuh suatu waktu ketika Tuhan mengijinkannya. Kemudian kita harus bergumul untuk membangun jembatan ini lagi untuk mungkin hancur lagi di masa depan. Siklus ini akan terus terulang sampai jembatan ini benar-benar kokoh.

Membangun jembatan ini dapat dilakukan dengan hal yang sangat sederhana sebenarnya; TAAT AKAN FIRMAN TUHAN. Namun sayangnya, frase ini tidaklah sesederhana seperti tertulis. Taat akan Firman Tuhan sepenuhnya merupakan salah satu hal tersulit yang dapat dilakukan oleh manusia. Manusia adalah mahluk yang paling ingin bebas dan ingin otonom atas dirinya sendiri. Untuk tunduk sepenuhnya kepada sesuatu tanpa secara langsung dengan sukarela adalah hal yang sangat sulit bagi seorang manusia.

Hati yang mau tunduk kepada Tuhan adalah hati yang lemah lembut seperti yang ada dalam salah satu rasa dari buah Roh. Buah Roh ini dapat kita dapatkan melalui hubungan pribadi dengan Allah. Semakin kita mengenal pencipta kita, maka akan semakin bertumbuh kita dan akan semakin berbuah kita. Pengenalan akan Allah sendiri timbul dari iman kita yang telah diberikan oleh Roh Kudus kepada kita. Tanpa anugerah ini, maka segala usaha kita untuk mengenal Allah akan sia-sia belaka. Mengenal Allah dengan benar juga harus dilihat dari sudut yang benar. Kita harus mengenal Allah dengan sikap yang takut akan Allah. Tanpa hal ini, kita pasti akan mengenal Tuhan kita dengan perspektif yang salah.

Namun dasar sesungguhnya dari semua langkah-langkah untuk membangun jembatan ini dimulai dari dua hal yang mendasar: bertobat sungguh-sungguh dan mematikan dosa. Kedua hal ini menjadi hal yang pertama kali harus kita urus. Tanpa bertobat, maka seperti apapun kita mencoba mengenal Allah akan percuma. Tanpa sikap hati yang sudah bertobat dan menerima Kristus sebagai juru selamat kita, tidak aka nada iluminasi Firman dari Tuhan dan hati kita akan terus dingin serta keras.

Setelah bertobat dan membenci dosa, hal yang perlu kita lakukan secara aktif selanjutnya adalah mematikan dosa. John Owen berkata dalam bukunya Of the Mortification of Sin in Believers, ia menyatakan bahwa dosa akan menyedot segala energi positif yang kita harusnya gunakan untuk memuliakan dia. Hal ini menyebabkan kita tidak bergairah lagi dalam memuliakan Tuhan. Oleh sebab itu kita harus meminta kekuatan dari Tuhan untuk mulai mematikan dosa terlebih dahulu. Kita tidak akan pernah menang jika berjuang sendiri. Godaan setan sekecil apapun akan mengalihkan perhatian kita dari Tuhan. Namun kebangkitan Kristus telah menyatakan kemenanganNya atas dosa dan setan. Bersama Dia, kita pasti akan dapat mengatasi godaan-godaan iblis dan mematikan dosa-dosa kita.

Marilah kita umat Kristen mulai membangun jembatan ini. Agar hidup kita boleh menjadi hidup yang integratif dan benar di hadapan Allah. Tidak lagi memisah-misahkan aspek-aspek hidup dalam kotak-kotak yang terpisah, melainkan menundukkan semuanya di hadapan Allah. Kita dapat mulai melangkah dengan melihat kembali hidup kita yang kotor dan berdosa ini dan kemudian bertobat. Mengaku dosa, minta ampun kepada Tuhan dan belajar hidup suci mencari Allah.

Part 3: http://gratiascriptura.blogspot.com/2013/04/the-spiritual-bridge-part-3-struggle.html

Comments