Titus 1:5-16 part 3


Setelah menyatakan sisi terang yang harus dimiliki oleh penatua yang memimpin jemaat, maka Paulus mengontraskannya dengan mendeskripsikan guru-guru palsu. Paulus mendeskripsikan guru-guru palsu sebagai orang yang tidak taat, selalu berbicara omong kosong dan penyesat jalan. Paulus juga mengatakan bahwa orang-orang tersebut pada umumnya adalah termasuk orang-orang Yahudi yang masih memegang prinsip sunat.

Hal yang dapat kita pelajari adalah bahwa guru-guru palsu ini bukan orang-orang dari jauh entah dimana yang datang membawa nama tuhan berhala mereka yang mereka sembah. Guru-guru palsu ini justru merupakan orang-orang Yahudi yang dulu disebut sebagai umat pilihan Allah. Mereka juga membawa nama Allah yang benar. Hanya saja, ajaran yang diajarkan mereka melenceng dari apa yang diajarkan oleh Kristus.

Hal ini merupakan peringatan bagi kita gereja pada zaman ini. Musuh gereja yang terbesar bukanlah dari luar gereja. Justru orang yang mengaku mereka juga umat Allah dalam gerejalah yang akan menggerogoti gereja sampai habis dari dalam. Ajaran yang mereka sebarkan adalah ajaran-ajaran yang sekilas Nampak begitu mirip dengan ajaran yangs ejati. Dapat dikatakan 99% sama, hanya ada 1% perbedaan yang membedakan ajaran sesat dan sejati. Dalam hal ini kita gereja Tuhan harus peka untuk membedakan 1% ini. Tanpa pengenalan akan Allah yang mendalam yang dibangun dari hari ke hari membaca FirmanNya, membedakan 1% akan mustahil.

Oleh sebab itu, gereja Tuhan harus mempelajari Firman dengan serius serta menghidupinya. Agar kita boleh dengan bijaksana yang dari Tuhan peka membedakan ajaran yang sesat serta menarik orang lain ke jalan yang benar.


Comments