Titus 2:1-15 part 3

Paulus melanjutkan dengan sikap yang harus dimiliki oleh seorang lelaki muda. Paulus menyatakan bahwa sebagai seorang lelaki muda, haruslah memiliki pengendalian diri dan dapat menimbulkan sebuah contoh pekerja yang baik. Serta dalam pengajaran, haruslah seorang lelaki muda memiliki integritas dan kekonsistenan yang tak dapat dibantah, sehingga para lawan dapat dibuat malu dan tidak dapat berkata-kata hal buruk mengenai mereka.

Tugas seorang laki-laki muda berpusat pada bagaimana mengembangkan diri menjadi seseorang yang sesuai dengan gambar Allah. Mulai dari pengendalian diri sampai memiliki ajaran yang konsisten dan tidak tergoyahkan. Hal ini adalah dasar untuk seorang lelaki dapat menjadi lelaki dewasa yang akhirnya akan memimpin jemaat. Tanpa dasar yang kuat, maka tidak akan terbentuk karakter yang kuat untuk dapat memimpin di kemudian hari.

Poin pertama yang harus diingat adalah pengendalian diri. Hal ini menjadi masalah dari kebanyakan laki-laki. Kaum Adam cenderung lebih sulit untuk menahan hawa nafsu mereka. Mulai dari nafsu bermalas-malasan sampai nafsu seksual. Ujungnya adalah banyak yang jatuh dalam area-area ini. Kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah ditebusNya, harus mengingat bahwa kita sudah bukan lagi milik dunia ini, melainkan milik Allah kita. Kita harus mengingat bahwa kita sudah dikaruniai Roh yang memenangkan kita atas segala dosa. Bagian kita adalah menyangkal diri kita, menyangkal apa yang menjadi hasrat kita dan membiarkan Roh Kudus mengendalikan diri kita. Tanpa kekuatan dariNya, maka sudah pasti kita akan gagal dan jatuh dalam dosa. Oleh sebab itu, mari kita bertekad untuk meninggalkan nafsu dan mau dikontrol oleh Roh Kudus.

Poin kedua adalah ajaran yang konsisten. Banyak orang terutama pada zaman ini menganggap ajaran yang benar tidaklah penting. Terlebih lagi orang akan menghina orang yang terlalu sering belajar, apalagi belajar mengenai keKristenan yang terkesan tidak penting bagi dunia ini. Namun kita harus berani untuk menyangkal kemalasan kita dan berani untuk berdiri di jalur yang benar. Jika kita diejek oleh dunia, biarlah itu terjadi jika memang kita diejek karena Tuhan kita. Karena Alkitab pun menyatakan bahwa dunia tidak akan menyukai anak-anakNya. Yang harus kita lakukan hanyalah berani untuk berbeda dari dunia dan berkumpul bersama orang-orang yang seiman sehingga kita dapat dikuatkan dan tidak dijatuhkan terus. Ingatlah bahwa Tuhan memanggil gerejanya secara komunal.


Kiranya kita laki-laki, terutama yang masih muda, dapat mengerti perkataan Paulus ini. Karena di masa depan, tulang punggung gereja adalah para lelaki muda. Calon pemimpin-pemimpin gereja adalah para lelaki muda. Oleh sebab itu, mari kita bertobat dan berubah menuju arah yang Paulus katakan.


Comments