1 Tesalonika 2:1-16 part 1

Paulus memulai perikop baru ini dengan tujuan melanjutkan pernyataan di perikop sebelumnya mengenai kesejatian jemaat di Tesalonika. Paulus menyatakan bahwa jemaat Tesalonika juga mengerti bahwa usaha Paulus dan rekannya untuk pergi ke Tesalonika tidaklah sia-sia. Walaupun mengalami penganiayaan di Filipi, namun mereka tetap dengan tegas memberitakan Injil kepada mereka.

Paulus ingin memberikan sebuah semangat yang harus dimiliki orang Kristen, yaitu semangat untuk terus hidup sebagai seorang Kristen walaupun dunia akan menghina dan menganiaya kita. Semangat ini telah banyak patah dengan seiring jalannya waktu. Zaman ini pelan-pelan memakan habis iamn kekristenan yang sejati dengan segala kenikmatannya beserta godaan-godaan yang menarik ke kenikmatan tersebut.

Ditambah lagi peran gereja yang diutus Tuhan untuk menjadi terang di dunia ini juga mulai meredup tertelan oleh dunia ini. Gereja semakin banyak yang mengompensasikan Firman dari mimbar mereka dan mulai menggunakan artis untuk menarik banyak orang. Hal seperti ini terjadi karena gereja sudah ketakutan akan kehilangan jemaat dan kehilangan uang untuk hidup. Gereja sudah memindahkan matanya kepada mammon dan bukan lagi pada Kristus. Hal ini sangatlah menyedihkan. Paulus dulu membangun gereja di berbagai tempat dengan Injil sejati sehingga membuat dirinya sendiri dianiaya dan disia-sia. Sementara gereja zaman ini yang menjadi penerusnya justru meninggalkan Injil yang sejati, yang keras dan menyatakan kebusukan manusia dan mengejar keuntungan pribadi.

Mari kita sebagai orang Kristen yang mengerti Firman yang sejati, boleh ikut berbagian dalam menjadi garam dan mencegah dunia ini menjadi bertambah busuk. Mulai dari mendoakannya sampai menjadi saksi hidup seperi jemaat di Tesalonika.



Comments