Titus 2:1-15 part 7

Paulus kembali melanjutkan dengan membahas siapa itu Kristus kita tunggu datang kedua kalinya itu. Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah pribadi yang memberikan dirinya untuk menebus kita dari kejahatan dan menyucikan untuk diriNya sendiri, orang-orang yang menjadi miliknya yaitu orang yang bersemangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar.

Perkataan Paulus ini membawa kita kepada suatu sisi Kristus yang terlupakan. Pertama, Paulus menyatakan bahwa Kristus menyucikan kita untuk diriNya sendiri. Hal ini menunjukkan siapa Tuhan dan siapa hamba. Tuhan bukanlah pribadi yang melakukan sesuatu demi kita. Tuhan bukanlah bawahan kita yang melakukan hal yang kita inginkan. Justru kitalah yang menjadi hamba dari Kristus dan seharusnya melaksanakan apa yang Dia kehendaki. Banyak orang yang melupakan aspek ini dalam hidup kekristenan. Berapa banyak dari kita semua yang sering berdoa kepada Tuhan dan meminta hal tanpa memikirkan apakah hal tersebut diinginkan oleh Allah juga atau tidak? Berapa banyak dari kita yang berdoa sesuai keinginan hati kita? Hal-hal inilah yang membuat kita tidak bertumbuh. Karena kita banyak menginginkan apa yang kita inginkan, bukan apa yang Tuhan inginkan melalui kita.

Kedua, hal yang perlu kita perhatikan adalah kalimat terakhir Paulus yang menyatakan bahwa orang yang milik Kristus atau orang-orang yang terpilih, memiliki sebuah ciri-ciri, yaitu semangat untuk berbuat baik dan benar. Dikatakan semangat untuk berbuat baik, hal ini berarti bukan berbuat baik untuk mendapatkan hal lain. Bukan juga berbuat baik karena terpaksa. Namun secara natural memiliki semangat untuk berbuat baik. Siapa diantara kita yang selalu ingin berbuat baik kapanpun dan dimanapun? Mungkin kita bisa 
melakukannya ke orang yang juga baik terhadap kita. Namun bagaimana jika ke musuh kita? Atau orang yang telah menyakiti hati kita? Akan sangat sulit bersemangat untuk berbuat baik ke orang-orang seperti demikian. Namun Paulus menyampaikan bahwa tidak ada syarat dalam berbuat baik. Siapapun itu, kita harus berbuat baik kepadanya dengan tulus. Bukan untuk diri kita sendiri, namun karena Kristus telah mengasihi kita terlebih dahulu. Hal inilah yang membedakan dengan jelas antara seorang Kristen dan orang-orang lainnya.


Kiranya hidup kita boleh diubah oleh penyertaan Roh Kudus. Agar hidup kita lebih mementingkan apa yang Tuhan inginkan, bukan apa yang kita inginkan dan boleh memiliki hati untuk semangat berbuat baik tanpa syarat, karena Kristus telah mengasihi kita terlebih dahulu. 

Comments