Titus 3:1-11 Part 4

Paulus melanjutkan kisah konversi hidup orang percaya ini dengan pesan kepada Titus. Paulus meminta Titus agar memaksakan ajaran ini kepada orang-orang di Kreta agar bagi orang-orang yang telah percaya boleh memfokuskan hidup mereka untuk pekerjaan Tuhan. Paulus juga menambahkan bahwa ajaran ini sangat baik dan menguntungkan bagi orang lain, walaupun mungkin orang tersebut tidak mengerti bahwa hal ini penting.

Hal ini akan membawa kita mengingat kejadian yang mungkin terjadi pada sebagian besar orang. Ketika kita masih kecil dan harus pergi ke dokter pertama kalinya, kita akan menolak pengobatan yang ditawarkan karena sakit, pahit atau mengerikan. Namun pada akhirnya setelah didesak oleh orang tua kita, kita terpaksa menelan obat pahit itu atau menahan rasa sakitnya disuntik. Semua itu karena kita memiliki harapan untuk sembuh jika mengambil pengobatan tersebut. Hal ini terjadi juga dalam kehidupan gereja dahulu. Paulus meminta agar Titus memaksakan orang untuk mendengar ajaran ini karena seperti seorang dokter, ia mengetahui bahwa ini adalah hal yang baik bagi mereka.

Namun kendalanya adalah bahwa sang pasien, yaitu jemaat Kreta pada konteks zaman itu, tidak mengetahui betapa pentingnya obat ini. Seperti kita yang tidak mengetahui baiknya obat yang diberikan dokter dan menolaknya, begitu juga reaksi yang akan dilakukan oleh orang di Kreta. Mereka akan dengan reflex menolak ajaran ini atau ragu-ragu menerimanya, oleh sebab itu Paulus menyuruh Titus untuk memaksa mereka untuk menerima ajaran ini karena ia tau dengan pasti hal ini adalah hal yang baik bagi mereka
.
Ini menjadi pelajaran bagi kita orang Kristen. Kita telah mendapatkan kebenaran satu-satunya yang kita tahu adalah baik bagi orang lain untuk mengetahuinya juga. Namun sering kali kita sebagai dokter tidak tegas dan memaksakan kebenaran ini kepada orang lain. Kita tidak peduli akan apa yang terjadi dengan orang-orang lain jika tidak meminum obat ini. Hal ini adalah bagai dokter yang tidak peduli akan kesembuhan pasiennya melainkan justru kasihan jika melihat orang yang sakit ini merasakan sakit lebih karena minum obat. Kita tentu akan komplain dan marah kepada dokter yang merawat kita jika kita tidak sembuh. Namun itulah kita, kita adalah dokter-dokter kiriman Allah yang tidak mempunyai hati untuk menyelamatkan pasien yang diberikan Allah.


Mari kita kiranya boleh bertobat atas hal ini. Kiranya kita boleh peduli akan nasib orang-orang yang di sekliling kita, di negara kita dan bahkan di dunia ini juga. Kita harus berani memaksa orang untuk menerima Injil yang sejati, agar mereka boleh menganal Kristus sang juru selamat dan boleh ikut diselamatkan.


Comments