Titus 3:1-11 part 5

Paulus mengkontraskan apa yang kita dapatkan secara positif dari keselamatan Tuhan dengan hal buruk yang akan kita dapat jika mengikut guru-guru palsu. Paulus menekankan bahwa setelah dua kali peringatan, jika tidak ada perubahan pada orang-orang tersebut, maka memang mereka terbalut dengan dosa dan menghancurkan diri sendiri.

Paulus menyatakan bahwa sebagai kontras dari hidup yang dalam terang, kita harus juga menghindari kontroversi yang ceroboh, membahas keturunan, ketidaksepahaman dan perbantahan mengenai hukum karena itu adalah hal yang tidak menguntungkan. Hal ini menandakan bahwa bukan perdebatan yang penuh keras kepala yang akan memenangkan hati orang. Justru hal ini membuat kita mirip dengan guru palsu. Yang dapat memenangkan hati orang adalah kasih yang dari Kristus melalui kita dirasakan orang lain.

Paulus menambahkan bahwa jangan kita terlalu membuang waktu kita untuk menyadarkan orang yang tidak mau berubah setelah dua kali dihardik. Bukan berarti kita langsung melupakan orang ini dan membiarkan dia jatuh dalam dosa terus. Namun poin Paulus adalah bahwa kita tidak bisa mengubah orang jika Tuhan tidak berkehendak mengubah orang tersebut serta orang tersebut tidak digerakkan oleh Roh Kudus untuk berubah. Kita tetap harus menanamkan biji Injil yang mungkin suatu hari akan tumbuh, tapi tidak menghabiskan seluruh waktu kita untuk mengubah orang yang memang jika belum waktunya tidak akan berubah.


Kiranya kita bisa lebih hati-hati dalam menjaga diri kita agar tetap suci di hadapan Allah. Menjauhi orang-orang yang mengajarkan hal sesat dan memfokuskan hidup kita untuk mengabarkan Injil kepada semakin banyak orang dengan tidak membuang banyak waktu untuk mengubah orang yang belum pada waktunya berubah.


Comments