1 tesalonika 3:6-13 part 3

Kali ini bahasan Firman akan membahas bagaimana Paulus berdoa agar ia dan jemaat Tesalonika dapat bertemu bertatap muka. Fokus utama dari pembahasan kali ini masih tetap bagaimana Paulus begitu intim dengan jemaat di Tesalonika. Namun kali ini khusus akan dibahas peran doa dalam sebuah relasi gerejawi.

Dicatat oleh Paulus bahwa ia berdoa dengan serius tiap hari dan malam untuk dapat bertemu jemaat Tesalonika dan dapat memberikan apa yang mereka kurang dalam iman. Selain dari fakta bahwa Paulus mengerti kekurangan dalam hal apa yang paling penting, Paulus juga tidak lepas tangan begitu saja menunggu kesempatan itu datang. Sebaliknya ia berdoa siang dan malam kepada Tuhan agar hal tersebut datang.

Tanda Paulus berdoa siang dan mala mini menunjukkan betapa pentingnya hal ini bagi Paulus. Namun satu hal yang harus kita pelajari dari Paulus adalah bahwa ia terus berdoa memohon kepada Tuhan agar ini dikabulkan. Sering kali jika kita menginginkan sesuatu dengan sangat, kita pasti akan berdoa kepada Tuhan di awalnya, namun setelah itu kita akan lupa berdoa dan terus mengeluarkan usaha kita sebagai manusia saja dan melupakan cmapur tangan Allah dalam hidup kita. Paulus berdoa siang dan malam tentu tidak dalam waktu yang singkat, melainkan dalam kurun waktu yang cukup lama. Terlebih lagi dalam kurun waktu yang lama tersebut, Paulus tidak melihat adanya kemungkinan bertemu kembali dengan jemaat Tesalonika sama sekali. Namun walaupun demikian, ia terus bertekun dalam doanya siang dan malam terus menerus sampai akhirnya Tuhan mengabulkannya dengan memungkinkan untuk mengirim Timotius pada mereka.


Sering kali kita tidak cukup tekun meminta kepada Tuhan dalam banyak hal. Kita merasa bahwa jika berdoa beberapa saat saja dan tidak ada hasil, maka doa kita sia-sia atau doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Doa yang benar pasti akan didengar oleh Tuhan, namun kita harus tekun dalam meminta hal yang memang Tuhan berikan beban dalam hidup kita. Jangan cepat menyerah dalam doa kita, melainkan terus doakan hal yang menjadi beban yang Tuhan berikan bagi kita, sampai Tuhan benar-benar mewujudkannya.


Comments