1 Tesalonika 3:6-13 part 4

Bagian terakhir dari perikop kali ini berisi sebuah doa pemberkatan dari Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Paulus mendoakan jemaat Tesalonika agar dapat bertumbuh dalam kasih satu sama lain sebagaimana Paulus mengasihi mereka agar dapat hidup tanpa cela di hadapan Allah Bapa dan Kristus pada saat kedatangan Kristus kedua kali. Paulus mengaitkan antara kasih satu sama lain dan hidup tanpa cela di hadapan Allah. Paulus hendak menyambungkan benang merah diantara kedua hal ini.

Pertama-tama Paulus berdoa agar jemaat Tesalonika memiliki kasih seperti kasih Paulus kepada mereka. Seperti yang sebelumnya telah dibahas, kasih Paulus kepada jemaat Tesalonika begitu nyata. Namun kasih yang nyata ini bukan sekadar kasih manusia biasa, melainkan kasih Agape yang mencerminkan kasih Allah terhadap umatNya. Kasih sepert ini jugalah yang Paulus harapkan agar jemaat Tesalonika bertumbuh di dalamnya. Kasih seperti ini hanya dapat ditumbuhkan dalam Kristus saja.

Paulus lalu mengaitkan kasih Agape antar sesama umat Tuhan sebagai cara untuk hidup tidak bercacat. Hal ini berbicara bahwa komunitas gereja sejati yang saling mengasihi haruslah saling menjaga satu sama lain. Ketika ada orang yang sedang jatuh, kita sebagai kesatuan gereja harus membantu orang tersebut, bukannya mengucilkan dan meninggalkannya dalam kegelapan. Gereja dipanggil sebagai sebuah komunitas agar dapat saling menguatkan dan bukan saling menjatuhkan satu sama lain.

Kiranya kita dalam sebuah komunitas orang yang terpilih boleh memiliki kasih yang merefleksikan kasih Allah terhadap kita kepada orang-orang disekitar kita. Agar boleh kita menaytakan Kristus dan juga menjaga satu sama lain agar dapat hidup tidak bercacat dan menjadi persembahan yang tidak bercela bagi Allah.



Comments