1 Tesalonika 4:1-12 part 7

Paulus melanjutkan suratnya dengan menekankan pada topik selanjutnya. Paulus kali ini menyatakan bahwa agar jemaat Tesalonika tidak hanya bergantung pada sumbangan orang-orang kaya melainkan berusaha bekerja sendiri dan membiayain hidup mereka sendiri. Poin ini menghardik orang-orang di Tesalonika yang hidup hanya bergantung pada sumbangan orang-orang kaya dan tidak mau berjuang demi kehidupan sendiri.

Hal ini mengingatkan kita akan dosa kemalasan yang terdapat dalam diri setiap kita. Setiap kita pasti memiliki kemalasan dalam kadar yang berbeda-beda. Sering kali kita hanya bergantung pada pemberian orang tua kita dan kurang bertanggung jawab menggunakan anugerah tersebut. Bahkan jika kita lihat di luar sana, banyak sekali anak-anak orang yang mampu, berakhir menghambur-hamburkan uang yang sebenarnya bukan milik mereka, namun milik orang tua mereka yang dipercayakan kepada mereka untuk anak mereka gunakan. Kita sering salah menggunakan hal-hal yang dipercayakan kepada kita.

Jika kita melihat dalam konteks yang lebih luas lagi. Setiap kita orang percaya yang sudah lahir baru juga diberikan keselamatan ini dengan sebuah tanggung jawab untuk mengerjakannya. Sebagai manusia, ktia dituntut untuk memuliakan Sang Pencipta kita melalui hidup kita. Kita dituntut untuk hidup suci dan semakins erupa dengan Kristus. Namun sering sekali, sadar maupun tidak sadar, kita menghidupi hidup kita dengan menghambur-hamburkan anugerah tersebut. Kita tidak menjalankan kehendak Allah, justru kita berbuat dosa. Padahal, visi mengenai tujuan hidup manusia yangs ejati tidkalah dinyatakan kepada semua manusia, namun hanya kepada umat pilihanNya.



Sungguh ironis hidup kita manusia yang sudah diselamatkan ini jika kita menyia-nyiakan hak kita sebagai anak Allah dengan hidup sesuka hati kita. Dunia ini akan selalu menggoda kita untuk kita menjauhkan hati kita dari Tuhan. Namun kemenanganNya atas kematian membuat kita memiliki kekuatan untuk melawan godaan tersebut dan kita dijanjikan pasti menang jika bergantung pada Allah.


Kiranya hidup kita boleh menjadi hidup yang berkenan bagi Tuhan kita. Hidup yang bertanggung jawab atas anugerah keselamatan yang Ia berikan bagi kita. Hidup yang dapat berespon denagn tepat kepada kehendak Tuhan yang kekal.


Comments