1 Tesalonika 5:1-11 part 5

Paulus menutup perikop kali ini kembali dengan sebuah ajakan untuk saling menguatakan satu dengan yang lain. Hal ini kembali Paulus munculkan setelah sepanjang surat ini Paulus munculkan berkali-kali. Dari sini kita bisa melihat betapa penting suatu poin ini dalam hidup keKristenan.

Sebagai umat Kristen yang dipanggil Tuhan sebagai suatu komunitas, adalah sebuah panggilan kita juga bahwa kita harus saling mendukung dan menopang satu sama lain. Hidup kekristenan tidak akan pernah dapat dipisahkan dari kehidupan bergereja dimana gereja adalah perkumpulan umat Tuhan yang bersatu. Sebagai suatu gereja Tuhan, jemaat Tesalonika sempat terbingungkan mengenai bagaimana kehidupan setelah kematian. Melalui ajakan ini, Paulus kembali menarik jemaat Tesalonika untuk kembali bersatu dan mengesampingkan masalah mengenai kehidupan setelah kematian dan menggantinya dengan bagaimana seseorang harus saling mensupport satu sama lain sebagai bagian dari tubuh Kristus.

Sayangnya banyak gereja pada zaman ini telah kehilangan fokus utama ini juga. Gereja bukan menjadi tempat dimana anggotanya saling membangun satu sama lain, melainkan masing-masing berusaha memperoleh apa yang mereka inginkan. Bahkan pada gereja yang memiliki doktrin benar, kesatuan dalam saling membangun belum tentu ada pada gereja tersebut. Namun sebagai anggota dalam gereja lokal kita masing-masing, adalah tugas kita untuk menjadi individu yang tidak hanya ingin tumbuh sendiri, namun bertumbuh bersama-sama anggota gereja kita.


Kiranya kita boleh menjadi anggota gereja yang tidak mementingkan kepentingan diri namun mementingkan pertumbuhan gereja Tuhan sebagai suatu kelompok. Saling mendukung satu sama lain dan terus mengingat untuk melakukannya terus-menerus. Sehingga gereja boleh bertumbuh dan namaNya dipermuliakan di dunia ini.


Comments