1 Tesalonika 5:12-28 part 8

Paulus melanjutkan suratnya dengan menyampaikan kembali satu aspek penting dari kekristenan, yaitu hidup menjauh dari segala tindakan jahat. Menjauh ini bukan berarti kita menyendiri menarik diri dari dunia yang jahat, melainkan hidup yang menolak melakukan segala bentuk kejahatan.

Menurut John Owen, hal ini termasuk dalam aspek pengkudusan atau sanctification bagian mematikan dosa ato mortifying sin. Aspek ini dimengerti John Owen sebagai suatu usaha aktif dari umat percaya melalui pimpinan Roh Kudus untuk tidak lari dari dosa melainkan mematikannya sampai ke akar-akarnya. Hal ini ditekankan John Owen sebagai usaha aktif manusia sendiri yang tentu dengan sikap berserah kepada pimpinan Tuhan. Jadi jika kita gagal, bukan berarti Tuhan yang salah, melainkan tetap kitalah yang berdosa.

Hal itulah yang menjadi pembeda antara usaha orang Kristen dan orang dunia dalam hal menjauhkan diri dari kejahatan dunia Dalam dunia ini, terutama pada agama Buddha, hidup baik atau jahat sangat ditentukan oleh takdir. Jadi jika seseorang secara kebetulan dilahirkan dalam lingkungan yang jahat, maka sudah sewajarnya jika orang tersebut menjadi jahat. Oleh sebab itu orang Buddha percaya kuat pada reinkarnasi, karena jika mereka tidak dapat melawan takdir, maka lebih baik menunggu takdir baru dalam reinkarnasi. Lain dengan orang Kristen yang memiliki tanggung jawab penuh dalam proses pengkudusan kita. Sepenuhnya proses pengkudusan ini adalah tanggung jawab kita dalam anugerah Allah melalui Roh Kudus.

Hal ini juga berbeda dengan orang yang menjauh dari dosa demi masuk ke sorga. Jika banyak orang berpikir bahwa dengan berusaha sekuat tenaga sendiri menjauh dari hidup kejahatan maka mereka akan diterima di sorga, maka umat Kristen memiliki konsep yang sangat berlainan. Umat Kristen harus sadar bahwa kita semua adalah mahluk berdosa yang tidak memiliki kebaikan apapun di mata Allah. Seluruh gambar Allah dalam diri manusia sudah hancur sepenuhnya ketika manusia pertama kali jatuh di dalam dosa. Hal ini menyebabkan ketidakberdayaan manusia dalam menjauhi dosa. Hanya karena kematian Kristus di kayu salib yang membuat kita mampu untuk tidak berdosa sekarang ini. Menjauhi dosa bagi orang Kristen adalah hal yang mungkin terjadi hanya dalam bimbingan Allah melalui kematian Kristus dan pimpinan Roh Kudus.

Hal terakhir yang membedakan dengan jelas adalah dari segi motivasi. Orang Kristen seharusnya memiliki motivasi menjauhi kejahatan dan hidup suci bukan karena ingin masuk Sorga belaka. Jika kita menjauhi kejahatan hanya demi masuk ke Sorga, apa beda kita sebagai anak terang dengan dunia ini? Kita umat Kristen harus hidup suci karena respon kita terhadap kasih Allah yang telah lebih dahulu mengasihi kita dengan mengaruniakan kematian AnakNya untuk menebus dosa kita. Bukan sebagai syarat, namun sebagai wujud syukur bahwa kita telah diselamatkan.


Kiranya kita umat Kristen boleh menghidupi hidup yang suci dengan alasan yang benar. Sehingga persembahan hidup ini boleh diterima oleh Allah sebagai persembahan yang harum dengan kita hidup memuliakanNya di dunia ini.


Comments