2 Tesalonika 2:13-17 part 3

Paulus melanjutkan kembali suratnya dengan memberi wejangan kepada jemaat di Tesalonika agar berdiri teguh dan memegang tradisi mereka (yang merupakan tradisi Kristen) yang sudah diajarkan oleh Paulus secara lisan maupun melalui surat.

Bangsa Yahudi merupakan bangsa yang cukup kuat memegang tradisi mereka. Dari generasi ke generasi cerita tentang YHWH yang membebaskan mereka dari blenggu Mesir terus diwariskan ke anak orang Yahudi. Ini yang menyebabkan orang Israel yang ada di pembuangan Babel pun masih dapat mengingat Yerusalem walaupun tidak pernah melihat Yerusalem. Namun tradisi yang Paulus maksud disini lebih dari sekadar tradisi Yahudi, melainkan tradisi Kristen yang berbasiskan Injil Kristus. Tradisi ini tentu tidak lahir dengan begitu saja, perlu ada pengkabaran Injil yang intensif dan pemeliharaan agar sebuah tradisi Kristen yang Paulus ucapkan dapat bertumbuh. Namun kendalanya adalah tradisi ini mulai digerogoti oleh guru-guru palsu disana.

Hal serupa terjadi di dunia kita sekarang. Tradisi gereja dan kekristenan yang begitu diperjuangkan oleh para reformator pelan-pelan berguguran seiring zaman. Walau Tuhan terus menjaga benang merah InjilNya yang sejati sepanjang zaman, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dunia ini semakin lama semakin meninggalkan jalur kebenaran. Disinilah ajaran turun temurun itu menjadi sangat penting. Bagaimana seorang anak sudah dididik sejak masih dini dalam ajaran Kristen menjadi dasar yang krusial dalam perjalanan iman seseorang. Walaupun tidak ada kepastian bahwa seseorang tersebut akan diselamatkan atau tidak, namaun paling tidak, sebagai orang tua, kita sudah melakukan apa yang bisa dilakukan.


Paulus menyatakan pentingnya tradisi Kristen yang terus diingat dan terus dijaga oleh sebuah umat Kristen. Sebagai umat Kristen, mari kita ingat terus tradisi iman Kristen yang sudah diturunkan dari bapa-bapa gereja sampai ke kita sekarang. Terus teguh memegangnya walaupun dunia sekitar kita akan berusaha meraupnya dari kita. Namun kita harus terus teguh mempertahankan iman kita. Oleh sebab itu, mari kita belajar Firman dengan baik. Agar setiap perang dapat kita lalui dengan setiap Firman yang Dia perlengkapkan ke kita sebagai prajuritNya.

Gambar diambil dari: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHtc8I6aTxfZwe3Z_EdQu8SK2goZcvDz9MMWiu0Z6NqQBEV1bIfIpC7aE-qDdu6djHEh8RZjiawQxQ6Wtk1yHZCOaK7EtT3B1cOV3b_rVKllg83tPa40UCoQmD13GGHh6lGtgX2U2jdwXh/s1600/Gathering_of_the_Manna.jpg

Comments