2 Tesalonika 2:13-17 part 4

Terakhir Paulus menutup perikop ini dengan menyatakan doa berkat bagi jemaat Tesalonika. Paulus berdoa agar Allah yang mengasihi kita dan memberikan kenyamanan abadi serta harapan melalui anugerah, menghibur hati jemaat di Tesalonika dan menjadikannya melalui setiap pekerjaan dan kata-kata yang baik.

Ada suatu hal menarik dalam doa berkat Paulus kali ini. Paulus berdoa agar penghiburan hati bagi jemaat Tesalonika dijadikan melalui setiap pekerjaan dan kata-kata yang baik dari mereka. Hal ini berarti bahwa konsep penghiburan hati yang ditawarkan dunia merupakan kesalahan total. Dunia ini menawarkan penghiburan hati dengan segala kemewahan dan keglamorannya. Dunia menawarkan kekosongan hati dengan hal yang tidak akan membuat hati merasa puas. Paulus mendobrak konsep dunia ini dengan menyatakan bahwa penghiburan yang sejati hanya dapat diperoleh dari bekerja bagi Allah saja. Di luar itu, penghiburan yang kita peroleh hanyalah fana belaka.

Paulus membagi aspek bekerja ini menjadi dua bagian, bekerja dan kata-kata yang baik. Bagian ini dapat diinterpretasikan sebagai mandat budaya dan mandat Injil. Dalam hidup ini kita harus bekerja dan menyatakan kekristenan dalam bidang dimana kita bekerja. Sedangkan dalam hidup kita diberi titah oleh Yesus untuk mengabarkan Injil ke seluruh dunia agar semua orang boleh mendengar kabar gembira mengenai Kristus. Melalui mengerjakan kedua hal ini, maka hati kita benar-benar dapat dihibur dengan sejati.


Penghiburan diri bukanlah memanjakan diri dan bersantai-santai, melaikan bekerja bagi Allah sang Pencipta. Hal ini haruslah kita tanamkan dalam benak kita, terutama ketika kita sedang mengalami masa-masa kekelaman. Ingatlah bahwa Dia akan selalu beserta kita, sehingga semakin kita bekerja bagi NamaNya, walaupun susah, kita akan semakin bersuka cita.

Gambar diambil dari: http://www.canvaschamp.com/media/images/large/Religion-418/Joy-of-the-Lord-Canvas-Prints.jpg

Comments